Toshiba Museum Kawasaki

Toshiba Museum, Kawasaki, Kanagawa Prefecture.

Harga tiket: Free

Overal Review: ★★★★★

Screen Shot 2016-02-17 at 1.44.57 PM

Dari sekian banyak museum yang pernah kami kunjungi, Museum Toshiba di Kawasaki ini adalah salah satu museum yang melebihi ekspektasi kami. Siapa sangka di museum yang masuknya gratis ini kami bisa mendapatkan hal-hal yang setara bahkan lebih dari museum lain yang untuk masuknya harus membayar tiket.

Sebelum mengunjungi museum ini, saya mengisi formulir reservasi guided tour yang ada di laman websitenya ini.

Saya segera menerima surel balasan dari pihak museum yang menyatakan mereka siap menerima kedatangan kami pukul empat sore pada hari itu sesuai waktu yang saya masukkan di dalam formulir.

Kami pun meluncur dengan kereta listrik kemudian berjalan kaki ke lokasi museum yang berjarak ±15 menit dari stasiun saat itu. (Di lokasi museum saat ini hanya dua menit dari stasiun)

TMK - Lazona
Kompleks Lazona Kawasaki. (Kiri) Sta. Kawasaki. (Kanan, bangunan abu-abu) Gedung Toshiba.

Sampai di museum saya mendekati konter front office dengan menunjukkan surel yang saya terima di layar ipad. Seorang perempuan berseragam hitam putih langsung menyambut kami dan mengucapkan “Selamat datang!”

Kami tersenyum, dan sedetik lupa kalau kami sedang berada di Jepang.🙂  (Usahanya mempelajari bahasa Indonesia yang mungkin dilakukannya sepuluh menit sebelum kami datang patut diacungi jempol.)

Si guide ini kemudian menjelaskan kalau museum tutup pukul lima sore. Dan dia sudah mengatur cara untuk untuk memaksimalkan kunjungan kami yang hanya satu jam itu.

Kami ditunjukkan beberapa alat peraga dan diperkenankan mencoba beberapa alat, termasuk yang standar museum science seperti bola Static Electricity Generator, teknologi blue screen, dll.

Ada banyak alat peraga teknologi masa kini dan masa depan, yang dirubungi anak-anak dan keluarga yang mengantri. Waktu hanya mengijinkan kami mencoba beberapa dan melewatkan yang lainnya.

Di penghujung waktu, sang guide kemudian mengajak kami naik ke bagian sejarah para pendiri perusahaan, dan masa kecil mereka yang menyenangi teknologi. Salah satunya adalah kegemaran salah seorang pendiri Toshiba bermain dengan teknologi automaton sejak ia berusia delapan tahun. (Kalau pernah menonton filem Hugo Cabret yang bersetting di stasiun kereta api di Paris itu pasti punya gambaran mengenai automaton) Dalam bahasa Jepangnya karakuri, atau automata, robot kayu yang bisa bergerak tanpa bantuan baterai.

This slideshow requires JavaScript.

Ada beberapa automaton dan clockwork antik yang masih berfungsi di dalam pajangan. Dan betapa senangnya ketika sang guide mengeluarkan salah satu automaton untuk diperlihatkan dan boleh di sentuh oleh kami.

Peragaan automaton ini adalah sesi terakhir dari kunjungan kami, and clearly the highlight of our visit. Sesuatu yang tidak bisa kami jumpai di museum lain. Sebelum pulang, kami mendapat souvenir buku tulis dan beberapa lembar foto keluarga.

Pengetahuan: ★★★★★

Hiburan: ★★★★★

Fasilitas: ★★★

(Saat kami berkunjung: Agustus 2013. Museum masih menempati gedung lama di kawasan Saiwai, Kawasaki.  Saat ini koleksi museum telah pindah ke lokasi baru yang mudah dijangkau: Lazona, sebuah kompleks pusat perbelanjaan, gedung pertunjukan, dll yang hanya beberapa langkah dari exit Stasiun Kawasaki)