(review) The Age of Stupid

The Age of  Stupid

Filem dokumenter ini dibuka dengan gaya Disney Pixar : Animasi Bumi di tahun 2050. Lalu gambar berpindah pada setumpuk dokumenter, berupa peristiwa sekarang.

Berbeda dari dokumenter yang pernah saya tonton. Filem ini dilengkapi berbagai animasi yang menarik. Misalnya gambar botol air mineral yang menyanyi2 dengan lirik semaca “tap water is better”, dan lain-lain.

Hal-hal yang ada di filem ini antara lain:

–    Pengusaha India yang mendirikan perusahaan penerbangan murah bagi masyarakat India.

–    Gadis Nigeria yang tinggal di sekitar tambang minyak Shell, dan bercita-cita menjadi dokter.

–    (dan banyak lagi yang lainnya)

Dan individu berbeda dunia tersebut, ketika ditanya mengenai cita-cita atau impian mereka, jawabannya hampir senada.

Pengusaha India:  Saya ingin … seperti di Amerika

Gadis Nigeria : Saya ingin menjadi dokter, hidup lebih enak, seperti di Amerika

( Gadis Imigran Irak: Orang Amerika pakai sepatu benjol sedikit dibuang. Kami memakai sepatu sampai rusak! )

Yah, kita semua memang tahu, betapa enaknya penduduk yang hidup di Amerika.

Kesejahteraan terjamin. Masyarakat miskin mendapat subsidi dari pemerintah.

Tapi apakah banyak yang sadar bahwa Amerika adalah raksasa yang hidup dari minyak murah? Dan mereka penyumbang terbesar dari segala macam kerusakan bumi. (Urutan berikutnya adalah Eropa, dan Cina)

Filem ini juga menggambarkan (dengan animasi)

Jika pola konsumsi seluruh penduduk bumi seperti penduduk Eropa,

Kita memerlukan 3 bumi

Jika pola konsumsi seluruh penduduk bumi seperti penduduk Amerika

Kita membutuhkan 5 bumi

(untuk menyokong kehidupan kita semua)

Satu hal yang paling saya sukai dari filem ini ketika digambarkan bahwa

Ada berbagai macam ideologi yang berusaha menguasai dunia

(animasi muncul)

Komunisme                                                   agama

……….             Fasisme                              dll

Tapi yang mendapat pengikut terbanyak

adalah Konsumerisme

– – –

Kita bukanlah penduduk pertama yang menghancurkan dirinya sendiri

Tapi kita menghancurkan diri dengan sadar.

Maka Sebagai mana tagline filem ini bertanya pada kita semua.

Why we don’t save ourselves when we have a chance?

Guys going green is urgent!!!* memekik tanpa suara

* yang mau pinjem filem ini, boleh deh hubungi saya!

* yang pengen tau gimana memulai hidup hijau, boleh juga baca buku Hidup Hirau Hijau, karya Ahmad Arif, dkk (kebetulan Ahmad Arif adalah suami saya ^_^)

2 thoughts on “(review) The Age of Stupid

  1. ecological footprint ya?
    waktu sekolah kemaren, kami juga dapet tugas ngitung ecological footprint masing-masing
    aku dengan gaya hidupku perlu 2,5 bumi untuk menunjang kehidupanku…

  2. aih iya ecological footprint.. trus apa solusinya untuk mengurangi beban yang harus di tanggung oleh bumi mi? Ngitungnya gimana sih? mau donk diitungin 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s