sempurna

Jauh dari hari ini. Suatu hari pertama Ramadhan. Saat aku kecil. Menjelang saat berbuka puasa aku sibuk meneret-nyeret kursi. Karena anggota rumah kami cukup banyak, aku terpaksa mencari-cari kursi yang sebelumnya hanya teronggok di sudut rumah untuk di susun di sekeliling meja makan

 

Orang tuaku seperti biasa mengomel kalau aku sudah beraksi. Katanya aku bikin rumah berantakan.

 

Usai menerima omelan sore hari itu. Tak lama adzan magrib berkumandang. Aku sudah siap duduk pada kursi yang kusediakan untukku sendiri dan menanti anggota keluarga yang lain untuk menduduki kursi yang sudah kusediakan untuk mereka.

 

Seperti yang sudah kuperkirakan. Satu persatu anggota keluarga segera menghampiri meja makan. Menyendok es buah. Namun yang tidak aku pikirkan, mereka segera membawa pergi jatah mereka. Ke kamar masing-masing, ke depan TV dan ke mana pun kecuali di meja makan. Saat salah satu anggota keluargaku akan makan besar. Aku disuruh menyingkir dari meja. Katanya aku mengganggu saja.

 

Aku tidak pernah makan bersama keluarga dalam satu meja sebelum itu dan sesudahnya. Hingga hari ini saat satu demi satu telah berpencar pergi.

 

Keinginan kecil yang tidak pernah terwujud itu cukup lama membuatku berpikir bahwa keluargaku ini benar-benar aneh.

 

Tidak sempurna.

 

Jauh dari saat itu kemudian baru aku menyadari. Memang tidak ada sesuatu yang sempurna bukan?

 

Kenapa kita harus menghitung apa yang tidak kita miliki, sedangkan kita punya ribuan hal yang lupa kita syukuri…

 

Hanya syukur yang akan menyempurnakan segalanya…

 

Alhamdulillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s