beruntung?

Minggu lalu, saya jadi pembicara bersama mas Jamal D.Rahman di sebuah acara peluncuran sekaligus bedah buku kumpulan cerpen “Biarkan Saya Menikmati Cinta”. Ceritanya cerpen-cerpen disini adalah hasil karya anak-anak murid Pak Faisal, seorang guru di SMAN 2 Banjarmasin. Pada basa-basi pembuka saat acara bedah buku, saya mengatakan bahwa saya iri dengan kedua belas penulis cerpen di dalam buku ini.

 

Yah sebetulnya bukan basa-basi. Saya memang iri dengan mereka. Mereka sangat beruntung berhasil dikompori untuk berkarya oleh seorang guru yang juga penyair Kalimantan Selatan pak Zulfaisal Putera. Pak guru ini menyediakan ruang begitu luas untuk naskah cerpen serta novel murid-muridnya. Baik atas dasar tugas sekolah atau pun sekedar naskah-naskah yang butuh diapresiasi; sekumpulan kata yang butuh dibaca, lalu diberikan penyemangat.

 

Ya, coba dulu saya punya guru seperti pak Faisal…

 

Saya doyan menulis sejak SMP…  Teman SMA mungkin pernah membaca. Seingat saya mereka pernah berkomentar bahwa sepertinya saya hanya menulis tentang diri saya sendiri. Saya ingin sekali mengertahui semua itu. Tapi sayangnya tulisan saya terekam di sembarang kertas dan buku tulis. Naskah yang tertulis di computer pun saya simpan di disket jaman batu yang masih tipis-tipis itu… J … Entah dimana sekarang…

 

Kata mas Jamal….”Sekarang, anak gaul itu yang BISA menulis…” (Rasanya dulu saya pernah mediskusikan ini juga dengan seseorang pasca menonton AADC…)

 

Zaman saya anak gaul itu yang PUNYA sepatu converse dan ngeband…

 

Betapa beruntungnya anak sekarang… (Betulkah?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s