Teh bukan The

Saat masih kelas 1 SMP… Aku biasa pulang sekolah naik becak… Suatu hari ada seseorang yang naik motor, memanggil namaku dari samping…

“Farah!” Dadaku berdegub kencang!

“Farah!” Kenapa sih dia memutuskan untuk memanggilku.

“Farah!” Aku tidak boleh menoleh, anggap saja tidak ada suara apa-apa.

“Farah!” Baru kali itu aku sangat bersyukur, tukang becak yang orang Madura itu melajukan becaknya dengan  kencang.

“Farah!”…Mh, kenapa sih dia tidak berhenti memanggilku…

Brummm! Akhirnya orang itu menggas motornya dan mendahului becakku… Sekilas aku melihatnya dari samping hingga hanya punggung dan rambutnya yang tersisa… Astaga! Dia kan temen SDku…

 

Beberapa bulan lalu saat baru mencoba Agilee Messenger di HPku.Ada rolling text di sisi kanan atas layer “New message from Quixoticmine”… Astaga nama apa ini? Aku langsung mengirim sms pada seseorang,

“Tahu virus Quixoticmine nggak? Muncul di Hpku nih…”

“Enggak tahu! Virus baru kali…”

Virus baru! Aku panik, belum tahu cara menghapus message itu dari hpku.

“2 New message from Quixoticmine” Aduh kok virus ini makin lama bisa menggandakan diri… Akhirnya aku mematikan hpku, yang otomatis mematikan program Agilee Messenger itu. Beberapa waktu kemudian saat melihat-lihat inbox yang penuh milis, aku membuka salah satu email… Lho quixoticmine itu ternyata Idhez???

 

Hidup kita memang berjalan dengan pemaknaan terhadap sesuatu, peristiwa….

 

“Sebuah panggilan dari suara asing pada saat pulang sekolah” mengingatkanku pada seorang laki-laki yang sering mengikutiku sepanjang perjalanan dari sekolah sampai ke rumah. Dan ia mengikutiku sejak masih SD hingga awal SMP. Walaupun tidak pernah berbuat apa-apa, kecuali menyodorkan sebatang coklat, orang yang sama itu juga punya sejarah pernah menguntit kakakku saat ia masih sekolah.

 

“Nama aneh” mengingatkanku pada virus. Hah memang konyol sekali. Tapi aku pantas was-was, karena virus komputer telah berkali-kali membunuh laptopku. Dan walaupun hpku  bukan hp yang canggih untuk bisa disakiti oleh virus. Aku telah kapok  merasakan kehilangan banyak data saat hpku rusak.

 

Sugesti adalah “auto corect” terhadap makna. Positif thinking adalah mengganti atau menyalakan “auto corect” hanya saat diperlukan. Jika tidak “teh” akan selalu menjadi “the”, “bisa” akan selalu menjadi “bias”…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s