cempedak

Kota Banjarmasin saat ini sedang Banjir cempedak (bahasa lokal Tiwadak). Harganya rata-rata 3000/kg. Maka demam cempedak membuat penjual pisang goreng, punya alternatif dagangan baru yang disukai banyak orang.

 

Cempedak (Arthocarpus Integer) satu keluarga dengan nangka (Arthocarpus Heterophyllus),  karena itu tampak luarnya mirip nangka. Tekstur buah lembut seperti durian namun berserat seperti nangka. Wanginya pun tak kalah saing dengan dua jenis buah tadi, diletakan sehari saja di ruang tertutup, rasanya sudah hampir pingsan mencium baunya.

 

Selain karena rasanya, buah musiman ini menjadi favorit karena bisa dimakan dari kulit, daging buah sampai biji. Cempedak bisa langsung dimakan, bisa juga digoreng dengan tepung. Di luar Indonesia kabarnya juga bisa dijadikan es krim. Kulitnya setelah dikupas bagian luarnya, biasanya digoreng kering, atau diaduk dengan sambal, dan begitu saja dapat membuat selera makan melejit. Bijinya sendiri biasanya direbus, dan rasanya hampir seperti kacang rebus.

 

Menurut referensi yang pernah aku baca, Cempedak adalah buah endemik Asia Tenggara, khususnya Kalimantan dan Sumatra (Indonesia, Malaysia, Brunai). Tapi seperti yang aku lihat di TVB8, di Thailand ada juga buah cempedak dengan daging buah  lebih tebal.

*Q: Kenapa  buah-buahan di Thailand bisa berdaging tebal?… ex: Jambu Bangkok, Durian Monthong, Cempedak Bangkok (?)*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s