Mimpi adalah Benih

 

seed
mimpi adalah benih

 

 

Jika tasku adalah tubuh maka dompet itu adalah jiwanya.

Tas dan isinya berganti-ganti namun dompet itu tetap sama sejak empat belas tahun yang lalu. Selain uang dan kartu-kartu, dompetku itu dipenuhi foto-foto yang bertambah satu demi satu dalam empat belas tahun terakhir. Tapi yang paling penting adalah secarik kertas berisi mimpiku dalam 5 tahun kedepan.

Aku adalah orang yang tak pernah membuat resolusi baik di tahun baru ataupun pada saat berulang tahun. Bagiku waktu hanya perlu di jalani. Namun entah ada apa di bulan Maret 2005 itu hingga aku merasa perlu menuliskan mimpi yang harus aku capai di 5 tahun ke depan. Yang jelas salah satu mimpi itu terjawab di penghujung 2005 dengan diterbitkannya Rumah Tumbuh.

Yup! Salah satu rencanaku adalah menerbitkan buku.

Mimpi bisa tercipta di tanggal manapun diantara 365 macam kombinasi tanggal dan hari dalam setahun. Terkadang ia sekedar teronggok di sudut-sudut otak kita. Namun mimpi adalah benih, ia harus ditanam agar tumbuh.

Aku tahu telah berani menanam dan menumbuhkannya saat menulis dalam secarik kertas dan menyelipkannya di dompet milikku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s